Header Ads

ad 1

Jokowi disambut dengan aksi Papua merdeka di New Zealand

Aktivis Papua merdeka kiri dengan bendera West Papua saat memprotes menyeriaki "Papua Merdeka" saat kunjungan presiden Jokowi di ibu kota New Zealand (19/03)
PacePapushare - Widodo dan  Ibu Iriana, disambut di Pukeahu oleh Menteri Pertahanan Ron Mark, mantan kepala Angkatan Laut Laksamana Muda David Ledson, Kepala Jenderal Angkatan Darat Peter Kelly dan Wakil Marshall Klitscher.

Ini adalah kunjungan pertamanya ke New Zealand, dia juga didampingi oleh menteri dan delegasi bisnis.

Jokowi dan Ibu Iriana disambut di halaman Gedung Pemerintahan pagi hari oleh kaumatua Profesor Piri Sciascia dan kuia Hiria Hape sebelum menerima tantangan dari Kelompok Budaya Maori Pertahanan Angkatan Darat New Zealand. Dilansir Otago Daity Times.

Hal ini diikuti oleh haka yang meriah dari 50 siswa dari Wellington College, dipimpin oleh siswa Geordie Bean dan Sean Howe.

Gubernur Jenderal Dame Patsy Reddy kemudian menyambut delegasi tersebut dan menemani mereka saat mereka bertemu dengan siswa dari Scots College Preparatory School dan Newlands College.


Selang pertemuan sedang berlangsung pemrotes berulang kali berteriak "Papua Merdeka".

Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam pertemuannya dengan Widodo di ibukota (19/03) di siang hari tersebut didesak untuk mengangkat isu West Papua, yang sedang memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia.

Tentang konferensi pers. Sudah menjadi kebiasaan bagi kunjungan kepala negara untuk mengadakan konferensi pers setelah bertemu dengan Perdana Menteri, namun diketahui Widodo meminta agar tidak ada konferensi pers yang diadakan. Ini berarti dia tidak ingin dibuka untuk pertanyaan dari media, termasuk tentang West Papua.

Dalam sebuah pernyataan, komunitas aksi West Papua di Auckland mendesak Ardern untuk meningkatkan hak asasi manusia dan "penderitaan rakyat West Papua yang saat ini berada dalam tangan Indonesia".

Komunitas tersebut juga menyatakan "Orang-orang West Papua telah mencari kebebasan dari pemerintahan militer yang represif. Hilangnya orang Papua diperkirakan paling sedikit 100.000 orang.

Mereka juga menyebut "Tetangga Melanesia kita di West Papua menderita dengan menyedihkan dan tidak boleh diabaikan demi 'hubungan baik', atau perekonomian dengan kami.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.